SELAMAT DATANG DI BUKU HARIAN DESTA ADITYA RAMLANI. SEMOGA ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA INGINKAN. JANGAN LUPA ISI KOMENTAR ANDA ATAU BUKU TAMU. TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA......................... Desta Aditya Ramlani: Bandotan

Rabu, 06 Mei 2009

Bandotan

Nama ilmiah : Ageraltum conyzoides L
Nama daerah : bandotan (Melayu), babandotan leutik (Sunda), bandotan (Jawa), dus-bedusan (Madura).
Nama asing : Celestin, eupatoire blue, bastard agrimon, atau billy goat weed (Inggris), sheng hang ji (Cina).

Tumbuhan bandotan yang kita anggap sebagai tumbuhan penghambat ini mempunyai khasiat tersendiri bagi kesehatan dan penyakit, rasa bandotan ini sedikit pahit, dan bersifat menetralkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bandotan antara lain asam amino,b-sitosterol, ageratochromene, friedelin, minyak terbang coumarin protasium klorida stigmasterol, organacid.
Efek farmakologis bandotan di antaranya penurun panas, menghilangkan racun (antitoksin), menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, peluruh haid (hemenagog), stimulant, tonik, peluryh kencing, dan peluruh kentut.
Cara memperbanyak tumbuhan bandotan ini dilakukan dengan biji. Bandotan biasa timbuh liar. Jika sengaja di taman, bandotan dirawat dengan penyinaran yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organic. Tumbuhan ini memerlukan cukup sinar matahari.
Bagian daun dan batang muda dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti berikut:
1. Bengkak, bisul, dan borok
2. Eksim dan luka berdarah
3. Radang Telinga
4. Sakit Tenggorokan dan radang selaput lender pada batang tenggorokan (Diphteri)

Catatan: Wanita hamil dilarang minum ramuan bandotan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar