
Orang tua pikun ? itu biasa. Pikun alias pelupa memang biasa diderita oleh nenek atau kakek. Tapi jika pelupa ini terjadi pada kita yang masih muda atau baru setengah tua, tentu saja hal tersebut menjadi menjengkelkan. Bayangkan misalnya tiba-tiba kita lupa menaruh kunci mobil, padahal waktu untuk pergi sudah mendesak. Setelah dicari kesana-kemari, ternyata kunci itu belum dicabut masih tergantung manis di lubang kunci mobil sejak tadi memanaskan mobil.
Memori normal manusia tak ubahnya dengan CPU Komputer. Dengan memenuhi beberapa persyaratan, semua informasi akan tersimpan dengan smpurna. Sel-sel saraf otak bertugas menerima-menyalurkan-menyimpan informasi atau pengutahuan yang kita dapatkan. Komunikasi antar sel saraf (neuron) terjadi saat kita melakukan proses mengingat atau melakukan fungsi kognitif lain.
Proses mengingat adalah mengakomodasi informasi dengan atensi dan perhatian, dengan catatan saraf indera seperti pendengaran dan penglihatan berfungsi dengan normal. Maka kejadian lupa sering disesabkan gangguan pada saat mendapatkan informasinya. Seseorang yang kerap lengah ketika menerima pesan (maksud hati ingin mendengar namun sayangnya kita tidak memasukan informasi tersebut ke dalam memori yang terdapat di dalam memori yang terdapat di dalam memori yang terdapat di dalam otak) maka terjadilah sindrom hilang ingatan sesaat (short-loss memory). Kejadian ini terbilang masih nomal. Namun, hati-hati, jika keadaan demikian dibiarkan terus menerus terjadi dan tidak ada upaya untuk melatih kemampuan ingata otak, maka lama kelamaan fungsi ingatan otak bias semakin mrnurun.
Mengapa Menjadi Pelupa ?
Secara alamiah penurunan daya ingat dimulai pada usia 40 tahun. Pada usia tersebut ada beberapa sel otak yang sudah mulai mati (mengalami proses degeneratif). Masalahnya, sel otak yang sudah mati tidak akan mengalami proses regenerasi lagi. Inilah yang menyebabkan orang mulai jadi pelupa. Namun, perlu kita ketahui pula bahwa meski tidak sebanyak pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan remaja, neuron-neuron baru tetap tumbuh (proses neurogenesis) sepanjang hidup kita. Itu dapat kita temukan ada orang-orang lanjut usia yang fungsi kognitifnya tetap efektif. Menurut para ahli jiwa, wanita lebih banyak dan lebih mudah menjadi pelupa.
Pada orang muda yang lupa, kemungkinan penyebab terbanyak adalah kelelahan otak sehingga menyebabkan ingatannya tak cukup kuat. Stress berkepanjangan juga dapat memicu kelelahan otak yang bila tidak segera diatasi dapat menurunkan fungsi otak dan timbulah penyakit mudah lupa. Begitu pula bagi orang yang kurang mengaktifan kerja otak. Sel-sel otak yang jarang dipakai bekerja (berfikir), lama kelamaan akan mengalami kerusakan dan menyebabkan mudah lupa.
Mundurnya daya ingat pada seseorang juga dapat terjadi karena factor trauma dan non-trauma (gangguan organ). Pada factor trauma, misalnya pada orang yang pernah mengalami benturan keras pada kepala. Factor itu bias menjadi menjadi pencetus mengapa ia kerap lupa akan sesuatu. Sedang yang dimaksud faktor non-trauma, misalnya terjadi proses degeneratif pada pembuluh darah otak sehingga mengganggu sirkulasi darah ke otak. Setelah beberapa lama tentu berakibat merusak beberapa bagian sel otak yang ujung-ujungnya mempengaruhi fungsi dari memori yang bersangkutan. Sebaliknya, jika indikasi dari kepikukan seseorang tersebut memang disebabkan oleh proses degeneratif pada otak (lanjut usia) berarti is sekaligus mengalami gangguan peredaran darah. Akibatnya, ada bagia-bagian tertentu pada otak mengalami kekurangan darah sehingga fungsi otak pun kian menurun.
Selain itu, peristiwa-peristiwa hidup yang sangat menekan yang terus ditanggapi dengan emosi negative juga merupakan pemicu terjadinya penurunan fungsi kognitif. Dalam keadaan stress berat dan depresi, seorang cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif (tidak mampu memahami sesuatu dengan baik, berfikir dengan lancar, termasuk mengingat informasi dengan baik). Dan bila masalah psikologis itu dapat diatasi, maka fungsi ingatan pun segera pulih kembali.
Layaknya simulasi yang saling berkaitan, ketika proses peletakan memori tidak berjalan lancar, maka kemampuan otak untuk mengingat pun jadi semakin berkurang. Yang menjengkelkan adalah, kalainan ini cenderung terjadi secara mendadak.
Bagaimana Menghindari Pelupa ?
Gaya hidup sehat adalah salah satu cara agar terhindar dari pikun sebelum waktunya. Stimulus intelektual merupakan hal hal terpenting dalam maningkatkan daya ingat. Stress, jenuh, minim aktivitas atau kurang istirahat dan konsumsi alkohol adalah hal-hal yang mempermudah seseorang menjadi pelupa. Karena itu, setiap hari kita harus membiasakan diri hidup aktif. Mengisi waktu luang dengan melakukan hobi atau belajar keterampilan baru akan sangat membantu menggiatkan dan menajamkan memori. Demikian juga dengan kegiatan membaca setiap hari atau mengisi teka-teki silang adalah kegiatan yang melatih dan merangsang kerja sel-sel otak.
Pola makan yang teratur dan cukup gizi juga merupakan bagian penting dalam menjaga pelupa, sebab sel-sel otak membutuhkan nutrisi dan oksigen sebagai bahan bakar untuk melancarkan kerja sel otak. Makanan yang minim kandungan gizi (misalnya makanan instant) akan mempengaruhi otot-otot pembuluh darah. Makanan tinggi lemak dan rendah serat yang meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh mengakibatkan timbul plak pada pembuluh darah (termasuk pembuluh darah otak). Selanjutnya plak akan menghambat jalannya darah kepembuluh otak. Hal ini menimbulkan kondisi di mana pasokan nutrisi ke otak menjadi berkrang, Jadi, ketika otak dipaksa untuk bekerja keras namun di sisi lain kita tidak memenuhi kebutuhannya akan nutrisi sehat dan cukup gizi, maka yang terjadi adalah kemunduran fungsi otak, yang akhirnya mengakibatkan lemahnya daya ingat.
Selain itu olahraga yang teratur juga penting untuk membantu daya ingat agar tetap terjaga dengan baik, karena tubuh yang jarang digerakan ternyata mempengaruhi daya konsentrasi seseorang. Dengan berolah raga, maka aliran darah dalam tubuh menjadi lancar sehingga suplai zat makanan dan oksigen yang menuju otak pun berjalan lebih baik. Pilih olahraga sesuai minat dan kemampuan tubuh, dan lakukan dengan teratur.
Berinteraksi, melakukan hubungan sosial dengan eman dan keluarga juga dapat membantu seseorang terhindar dari pula. Penelitian bahkan menunjukkan makin banyak seseorang berinteraksi sosial, semakin kecil kemungkinan mereka mengalami kerusakan fungsi kognitif dan penurunan fungsi memori.
Apa yang harus kita lakukan ?
Jika sudah terlanjur menjadi pelupa, jangan panik. Selalu siapkan buku catatan dan alat tulis dekat dengan kita dan segera tulis segara hal penting yang harus di lakukan, termasuk waktu pelaksanaannya. Dengan baik-baik setiap informasi yang memerlukan perhatian kita.
Bila kita sering lupa meletakan sesuatu, letakan kembali bareng-bareng yang kita pakai pada tempatnya semula, atau simpan barang tersebut ditempat yang mudah terlihat atau dekat pada sesuatu yang setiap hari harus kita bawa. Misalnya, letakkan ponsel di meja dekat pintu kamar, gantung kunci mobil di gantung khusus di garasi atau letakkan kacamata baca di dalam setiap tas yang kita miliki.
Jika sifat pelupa sampai mengganggu kinerja kerja di kantor, sediakan post it di meja dan tuliskan tugas-tugas penting yang harus dikerjakan, lalu tempel di tempat ang mudah terlihat.
Dengar membiasakan diri disiplin dan teratur berarti kita melatih diri menghindari sifat pelupa. Dengan demikian, tidak ada lagi kepaniakn atau kegemaran di rumah, di kantor atau di manapun hanya karena kata LUPA.
Memori normal manusia tak ubahnya dengan CPU Komputer. Dengan memenuhi beberapa persyaratan, semua informasi akan tersimpan dengan smpurna. Sel-sel saraf otak bertugas menerima-menyalurkan-menyimpan informasi atau pengutahuan yang kita dapatkan. Komunikasi antar sel saraf (neuron) terjadi saat kita melakukan proses mengingat atau melakukan fungsi kognitif lain.
Proses mengingat adalah mengakomodasi informasi dengan atensi dan perhatian, dengan catatan saraf indera seperti pendengaran dan penglihatan berfungsi dengan normal. Maka kejadian lupa sering disesabkan gangguan pada saat mendapatkan informasinya. Seseorang yang kerap lengah ketika menerima pesan (maksud hati ingin mendengar namun sayangnya kita tidak memasukan informasi tersebut ke dalam memori yang terdapat di dalam memori yang terdapat di dalam memori yang terdapat di dalam otak) maka terjadilah sindrom hilang ingatan sesaat (short-loss memory). Kejadian ini terbilang masih nomal. Namun, hati-hati, jika keadaan demikian dibiarkan terus menerus terjadi dan tidak ada upaya untuk melatih kemampuan ingata otak, maka lama kelamaan fungsi ingatan otak bias semakin mrnurun.
Mengapa Menjadi Pelupa ?
Secara alamiah penurunan daya ingat dimulai pada usia 40 tahun. Pada usia tersebut ada beberapa sel otak yang sudah mulai mati (mengalami proses degeneratif). Masalahnya, sel otak yang sudah mati tidak akan mengalami proses regenerasi lagi. Inilah yang menyebabkan orang mulai jadi pelupa. Namun, perlu kita ketahui pula bahwa meski tidak sebanyak pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan remaja, neuron-neuron baru tetap tumbuh (proses neurogenesis) sepanjang hidup kita. Itu dapat kita temukan ada orang-orang lanjut usia yang fungsi kognitifnya tetap efektif. Menurut para ahli jiwa, wanita lebih banyak dan lebih mudah menjadi pelupa.
Pada orang muda yang lupa, kemungkinan penyebab terbanyak adalah kelelahan otak sehingga menyebabkan ingatannya tak cukup kuat. Stress berkepanjangan juga dapat memicu kelelahan otak yang bila tidak segera diatasi dapat menurunkan fungsi otak dan timbulah penyakit mudah lupa. Begitu pula bagi orang yang kurang mengaktifan kerja otak. Sel-sel otak yang jarang dipakai bekerja (berfikir), lama kelamaan akan mengalami kerusakan dan menyebabkan mudah lupa.
Mundurnya daya ingat pada seseorang juga dapat terjadi karena factor trauma dan non-trauma (gangguan organ). Pada factor trauma, misalnya pada orang yang pernah mengalami benturan keras pada kepala. Factor itu bias menjadi menjadi pencetus mengapa ia kerap lupa akan sesuatu. Sedang yang dimaksud faktor non-trauma, misalnya terjadi proses degeneratif pada pembuluh darah otak sehingga mengganggu sirkulasi darah ke otak. Setelah beberapa lama tentu berakibat merusak beberapa bagian sel otak yang ujung-ujungnya mempengaruhi fungsi dari memori yang bersangkutan. Sebaliknya, jika indikasi dari kepikukan seseorang tersebut memang disebabkan oleh proses degeneratif pada otak (lanjut usia) berarti is sekaligus mengalami gangguan peredaran darah. Akibatnya, ada bagia-bagian tertentu pada otak mengalami kekurangan darah sehingga fungsi otak pun kian menurun.
Selain itu, peristiwa-peristiwa hidup yang sangat menekan yang terus ditanggapi dengan emosi negative juga merupakan pemicu terjadinya penurunan fungsi kognitif. Dalam keadaan stress berat dan depresi, seorang cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif (tidak mampu memahami sesuatu dengan baik, berfikir dengan lancar, termasuk mengingat informasi dengan baik). Dan bila masalah psikologis itu dapat diatasi, maka fungsi ingatan pun segera pulih kembali.
Layaknya simulasi yang saling berkaitan, ketika proses peletakan memori tidak berjalan lancar, maka kemampuan otak untuk mengingat pun jadi semakin berkurang. Yang menjengkelkan adalah, kalainan ini cenderung terjadi secara mendadak.
Bagaimana Menghindari Pelupa ?
Gaya hidup sehat adalah salah satu cara agar terhindar dari pikun sebelum waktunya. Stimulus intelektual merupakan hal hal terpenting dalam maningkatkan daya ingat. Stress, jenuh, minim aktivitas atau kurang istirahat dan konsumsi alkohol adalah hal-hal yang mempermudah seseorang menjadi pelupa. Karena itu, setiap hari kita harus membiasakan diri hidup aktif. Mengisi waktu luang dengan melakukan hobi atau belajar keterampilan baru akan sangat membantu menggiatkan dan menajamkan memori. Demikian juga dengan kegiatan membaca setiap hari atau mengisi teka-teki silang adalah kegiatan yang melatih dan merangsang kerja sel-sel otak.
Pola makan yang teratur dan cukup gizi juga merupakan bagian penting dalam menjaga pelupa, sebab sel-sel otak membutuhkan nutrisi dan oksigen sebagai bahan bakar untuk melancarkan kerja sel otak. Makanan yang minim kandungan gizi (misalnya makanan instant) akan mempengaruhi otot-otot pembuluh darah. Makanan tinggi lemak dan rendah serat yang meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh mengakibatkan timbul plak pada pembuluh darah (termasuk pembuluh darah otak). Selanjutnya plak akan menghambat jalannya darah kepembuluh otak. Hal ini menimbulkan kondisi di mana pasokan nutrisi ke otak menjadi berkrang, Jadi, ketika otak dipaksa untuk bekerja keras namun di sisi lain kita tidak memenuhi kebutuhannya akan nutrisi sehat dan cukup gizi, maka yang terjadi adalah kemunduran fungsi otak, yang akhirnya mengakibatkan lemahnya daya ingat.
Selain itu olahraga yang teratur juga penting untuk membantu daya ingat agar tetap terjaga dengan baik, karena tubuh yang jarang digerakan ternyata mempengaruhi daya konsentrasi seseorang. Dengan berolah raga, maka aliran darah dalam tubuh menjadi lancar sehingga suplai zat makanan dan oksigen yang menuju otak pun berjalan lebih baik. Pilih olahraga sesuai minat dan kemampuan tubuh, dan lakukan dengan teratur.
Berinteraksi, melakukan hubungan sosial dengan eman dan keluarga juga dapat membantu seseorang terhindar dari pula. Penelitian bahkan menunjukkan makin banyak seseorang berinteraksi sosial, semakin kecil kemungkinan mereka mengalami kerusakan fungsi kognitif dan penurunan fungsi memori.
Apa yang harus kita lakukan ?
Jika sudah terlanjur menjadi pelupa, jangan panik. Selalu siapkan buku catatan dan alat tulis dekat dengan kita dan segera tulis segara hal penting yang harus di lakukan, termasuk waktu pelaksanaannya. Dengan baik-baik setiap informasi yang memerlukan perhatian kita.
Bila kita sering lupa meletakan sesuatu, letakan kembali bareng-bareng yang kita pakai pada tempatnya semula, atau simpan barang tersebut ditempat yang mudah terlihat atau dekat pada sesuatu yang setiap hari harus kita bawa. Misalnya, letakkan ponsel di meja dekat pintu kamar, gantung kunci mobil di gantung khusus di garasi atau letakkan kacamata baca di dalam setiap tas yang kita miliki.
Jika sifat pelupa sampai mengganggu kinerja kerja di kantor, sediakan post it di meja dan tuliskan tugas-tugas penting yang harus dikerjakan, lalu tempel di tempat ang mudah terlihat.
Dengar membiasakan diri disiplin dan teratur berarti kita melatih diri menghindari sifat pelupa. Dengan demikian, tidak ada lagi kepaniakn atau kegemaran di rumah, di kantor atau di manapun hanya karena kata LUPA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar